spacer
spacer
 
Sepuluh Peserta BLP Magang di Jawa dan Bali
Pada bulan Maret 2009 yang lalu sepuluh orang BLP magang di organisasi yang telah menerapkan pembangunan berkelanjutan di Jawa dan Bali. Program magang ini bertujuan untuk memberikan peserta BLP pengalaman praktis bekerja di organisasi yang mempromosikan pembangunan berkelanjutan. Dari proses tersebut diharapkan para peserta dapat menarik pelajaran dan menerapkan hal-hal yang dapat mempromosikan pembangunan berkelanjutan di daerah asal masing-masing.
Kesepuluh peserta magang tersebut adalah: Asmaiyah dari Aceh Jaya yang magang di Bali Fokus, Denpasar, untuk belajar mengenai pengelolahan limbah dan sanitasi, Ida Suriana dari Aceh Jaya yang magang di Gita Pertiwi, Solo, untuk belajar pertanian berkelanjutan, Muhajir dari Aceh Jaya yang magang di YPBB, Bandung, untuk belajar tentang biogas, Kartini dari Pidie magang di Kelompok Perempuan Mandiri/ELSPPAT, Bogor untuk belajar tentang pengorganisasian perempuan, Muchtar Gamcut dari Pidie magang di LPTP Solo untuk belajar mengenai energi berkelanjutan, Nasir dari Pidie magang di Dian Desa, Yogya untuk belajar tentang energi yang berkelanjutan, Maryani dari Pidie magang di SPPQT, Salatiga, untuk belajar tentang pendidikan berbasis komunitas, Rahmi Fajri dari Aceh Besar magang di Al-Barokah, Semarang, untuk belajar tentang pengorganisasian petani, Jasmi Daud dari Aceh Besar magang di LESMAN, Boyolali, untuk belajar tentang pertanian organis, Hasmadi Khadafi dari Aceh Besar magang di KOMNAS Perempuan, Jakarta, untuk belajar tentang perempuan dan politik.

Selama magang peserta memperoleh seorang mentor yang bertugas membimbing mereka dan memberikan saran-saran agar proses belajar peserta bisa lebih optimal. Selama magang para peserta tidak hanya tinggal di kantor bersama mentornya, tetapi juga terlibat dalam kegiatan organisasi tempat magang, seperti ke komunitas, bengkel dan lapangan lainnya sesuai dengan kegiatan organisasi masing-masing.

Banyak pengalaman diperoleh peserta selama mengikuti program magang ini. Selain tema-tema khusus pembangunan berkelanjutan seperti yang disebutkan di atas, para peserta juga belajar berbagai hal lain dalam hidup, misalnya pengelolaan keuangan pribadi, menyesuaikan diri dengan situasi budaya yang baru, antara lain mencoba makanan yang berbeda dari yang sehari-hari mereka makan di Aceh dan memahami kebiasaan-kebiasaan masyarakat di tempat mereka tinggal.

Mudah-mudahan pengalaman magang ini bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi pengembangan pembangunan berkelanjutan di daerah peserta