spacer
spacer
 
Kaum Muda Aceh Membedah Paradigma dan Praktek Pembangunan Berkelanjutan di NAD
Pada tanggal 16 -22 Desember 2008 di Bapelkes Jantho, YPB kembali menyelenggarakan pelatihan BLP dengan Tema Paradigma dan Praktek Pembangunan Berkelanjutan di Nanggroe Aceh Darussalam.

Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pelatihan pertama bertema Kepemimpinan untuk Pembangunan Berkelanjutan yang diselenggarakan di SUPM Ladong, pada bulan Oktober 2008. Pelatihan ini diikuti oleh sepuluh orang peserta dari tiga kabupaten, yaitu Aceh Jaya, Aceh Besar dan Pidie.

Adapun materi pelatihannya adalah sebagai berikut: Dasar-dasar Pembangunan Berkelanjutan, Membangun Visi untuk Pembangunan Berkelanjutan, Memahami Tantangan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di daerah masing-masing, dan Menggali Pilihan-pilihan Teknologi dan Kebijakan untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Melalui pelatihan ini para peserta diharapkan memahami konsep pembangunan berkelanjutan, prinsip-prinsipnya, merumuskan tujuan pembangunan berkelanjutan di daerahnya dan mengidentifikasi tantangan untuk mewujudkannya daerah masing-masing. Pelatihan dipandu oleh tim fasilitator yang dikoordinir oleh David Sutasurya dari YPBB. Selain tim fasilitator, diundang pula 4 orang narasumber, yaitu: Suraya Kamaruzzaman (Kualitas Hidup di Aceh – Sejarah dan Masa Depan), I Wibisono (Sumberdaya Alam di Aceh: Sejarah dan Masa Depan), Tri Mumpuni (Energi Terbarukan) dan Janri Damanik (Pertanian Berkelanjutan)

Dalam pelatihan ini hadir pula 2 orang alumni BLP angkatan 1, yaitu Siti Hajar dari Kabupaten Pidie yang bertindak sebagai cofasilitator dan Bustami Salam dari Aceh Jaya yang bertindak sebagai asisten tim logistik.
Dalam pelatihan ini para peserta juga mempraktekkan pembangunan berkelanjutan antara lain dengan cara mengolah sampah organis yang dihasilkan dalam pelatihan melalui pengkomposan dalam keranjang takakura.