spacer
spacer
 

BERKELANJUTAN  DENGAN PERTANIAN ORGANIS

Sebagian besar pangan kita dihasilkan melalui sistem pertanian. Sayangnya pertanian yang banyak diterapkan saat ini adalah pertanian yang merusak alam dan tidak berkelanjutan. Oleh sebab itu, salah satu hal yang diperkenalkan dalam pelatihan-pelatihan dan program magang BLP adalah pertanian organis.
Pertanian organis adalah pertanian yang menerapkan prinsip-prinsip keseimbangan alam. Salah satu prinsip pertanian organis adalah menggunakan sebanyak mungkin materi organis yang tersedia di tempat kita. Sumber materi organis yang dapat kita gunakan di antaranya adalah: sisa hasil panen sebelumnya, sisa makanan (sampah dapur), sampah kebun misalnya daun kering, kotoran ternak/hewan yang ada di sekeliling kita. Prinsip yang lain adalah keragaman tanaman. Misalnya dalam satu kebun organis kita tidak hanya menanam satu jenis tanaman saja melainkan berbagai macam tanaman. Ini disebut dengan keanekaragaman hayati.
Dalam pertanian organis, kita tidak hanya memandang tanaman sebagai satu unit yang menjadi fokus perhatian. Yang dibuat adalah sistem pertanian. Kita perlu menciptakan siklus materi dalam pertanian kita. Semakin tertutup siklus yang kita ciptakan, semakin mandirilah sistem pertanian kita. Hubungan antara tanaman yang satu dengan tanaman yang lain juga perlu diperhatikan. Apakah mereka saling berkompetisi, ataukah mereka saling bekerjasama? Kita juga perlu memperhatikan hubungan antara berbagai makhluk hidup yang ada dalam sistem pertanian kita. Bagaimana mereka saling mendukung satu sama lain. Bagaimana keseimbangan mereka. Semakin seimbang sistem yang kita ciptakan, semakin besar kemungkinan pertanian kita akan berhasil. Semua itu dapat kita terapkan jika kita peka pada tanda-tanda yang diberikan alam.
Yuk, kita mulai mengamati alam sekitar kita, dan membuat pertanian kita menjadi pertanian yang lebih berkelanjutan!