






![]() | Hari ini | 82 |
![]() | Kemarin | 96 |
![]() | Minggu ini | 849 |
![]() | Bulan ini | 489 |
![]() | Total | 54544 |
|
TANTANGAN KEPEMIMPINAN Helfiandi,eserta BLP Angkatan 2 dari Aceh Besar Jiwa kepemimpinan bukanlah sesuatu hal yang diberikan (given) begitu saja, akan tetapi merupakan produk binaan dan tempaan yang di bekali secara berkala dan terus menerus. semakin baik dan sering tempaan yang diberikan, maka semakin matang jiwa kepemimpinan. Bridging Leadership Program adalah program yang dikembangkan oleh Yayasan Pembangunan Bekelanjutan yang berperan dalam mendidik pemimpin muda untuk pembangunan berkelanjutan. Banyak hal yang telah dilakukan dalam membangun karakter, embrio seorang pemimpin, dari mengenal diri pribadi sampai dengan mengenal orang lain. Hidup di dunia yang merupakan koloborasi antara microcosmos dan macrocosmos telah menjadi tantangan sendiri bagi seorang pemimpin masa depan. pemimpin tidak hanya di tuntut untuk peka dengan dirinya sendiri tapi juga dengan alam sekitar nya. Di tulisan ini saya akan menceritakan pengalaman selama mengikuti training yang di mulai pada tanggal 25 juli s/d 02 agustus 2009 di BAPELKES Jantho Aceh Besar dengan tema "Memperkuat Pemimpin Muda Nanggroe Aceh Darussalam untuk Pembangunan Berkelanjutan". Saya merasa sangat beruntung dan bangga bisa terpilih menjadi salah seorang peserta di tahun 2009. Banyak hal baru yang di dapat dalam pelatihan, yang mana saya yakini pengalaman seperti ini jarang di jumpai di bangku perkuliahan, mulai dari menerapkan nilai-nilai kepemimpinan (10 nilai), beretorika dan menulis yang baik dan bermutu, peka dengan alam lingkungan hingga dengan kekompakan team serta management kepemipinan. Keahlian-keahlian seperti ini sangat di tuntut bagi seorang pemimpin masa depan. Kerjasama mutualisme menjadi pondasi untuk merenggam kebahagian, dengan pemimpin bijak sebagai imamnya. Seperti di katakan nabi, “Pemimpin itu ibarat hati dengan organ lain sebagai pengikut, jika hati melakukan tindakan yang baik dan terpuji, maka organ lainnya akan melakukan perbuatan yang sama, tapi manakala hati mengkondisikan diri dalam keadaan carut marut maka sebagai pengikut yang baik organ lain akan melakun hal yang sama bahkan melebihi dari hati.” Dengan pengalaman yang telah saya nukilkan lewat tulisan singkat ini, dapat menjadi inspirasi bagi pembaca, sehingga jadi renungan untuk kemudian hari dalam meleburkan diri di masyarakat. dengan asumsi pemipin adalah tokoh panutan dan sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat. *** |